Kuwaiti royal prince: Abdullah al-Sabah declared his faith in Jesus Christ.

In an audio file posted on a Christian satellite TV channel, prince Abdullah al-Sabah declared his faith in Jesus Christ. Muslims have attacked him saying “he isn’t a member of the royal family”

According to reports, a Kuwaiti royal prince has become a follower of Jesus Christ. In an audio file posted with his name, he affirms that if he is killed because of a recording he made where he talks about his conversion, he firmly believes that he will meet Jesus Christ face-to-face. The news comes from Middle Eastern sources which state that al-Haqiqa – a Christian satellite TV channel in Arabic that transmits Christian religious programmes – broadcast an audio file attributed to the Kuwaiti prince, identified as Abdullah al-Sabah. The al-Sabahs are the royal family of Kuwait, a country rich in oil. The name Abdullah (servant of God) frequently appears in the Emir’s family tree. Continue reading

Advertisements

Kesaksian Dan Kisah Nyata Mantan Militan PLO Palestina Walid Shoebat Masuk Kristen : “Islam Menghasilkan Kekerasan”

“Walid Shoebat: Mengapa Saya Meninggalkan Jihad ?”

Kesaksian Walid Shoebat..

“Saya teringat pada satu kesempatan di Betlehem ketika para penonton yang penuh sesak di sebuah bioskop bertepuk-tangan dengan sukacita saat menonton film 21 Hari di Munich. Saat kami melihat orang-orang Palestina …membunuh atlet-atlet Israel, kami…berteriak,’Allahu Akbar!’Sebuah slogan sukacita”.

Salah-satu kekuatan yang paling dahsyat di dunia adalah kesaksian yang mengubah hidup. Sebagaimana Parvin dan Homa Darabi, Walid Shoebat juga mengalami jahatnya terorisme karena ia pernah menjalaninya – pada kenyataannya, ia mempraktekkannya. Sewaktu remaja, ia membom sebuah bank di Tanah Suci dan turut serta memukuli seorang tentara Israel. Ketika istrinya yang beragama Katolik menantangnya untuk mempelajari Alkitab, hatinya yang keras kemudian menjadi lembut saat ia belajar tentang anugerah, rekonsiliasi, dan kasih yang diberikan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Sekarang Walid menyerukan perlunya toleransi beragama dan kebebasan pribadi. Dan ia berusaha keras, berjalan dari seorang teroris menjadi seorang yang anti teroris. Continue reading